Tidur di samping pasangan meningkatkan kualitas tidur, kata penelitian

 Tidur di samping pasangan meningkatkan kualitas tidur, kata penelitian

Lena Fisher

Hari Valentine memang sudah berlalu, namun para pasangan masih punya alasan untuk merayakannya. Studi Universitas Arizona Peneliti lain dari University of Pittsburgh telah mengungkapkan bahwa berpelukan membantu mengurangi kadar kortisol, hormon stres, dalam darah.

Lihat juga: Doril (aconitus): Ramuan analgesik alami

Para pemimpin penelitian menilai tidur 1.007 orang dewasa usia kerja yang tinggal di Pennsylvania, sebuah negara bagian yang terletak di bagian timur laut A.S. Mereka menemukan bahwa partisipan yang tidur di samping pasangannya memiliki lebih sedikit insomnia, kelelahan, dan risiko apnea tidur yang lebih rendah.

Orang yang tidur sendirian, pada gilirannya, memiliki kualitas tidur yang lebih buruk. Tingkat apnea, kantuk, dan tingkat insomnia yang lebih parah lebih banyak terjadi pada orang-orang ini. Selain itu, para peneliti juga mengaitkan tidur sendirian dengan risiko lebih tinggi terkena depresi, kurangnya dukungan sosial, dan berkurangnya kepuasan terhadap hidup.

Fakta menarik lainnya: perusahaan tidak bisa sembarang perusahaan. Faktanya, para peneliti memperhatikan bahwa orang yang tidur dengan kerabat lain (anak-anak misalnya), kualitas tidur mereka terpengaruh.

Tidur bersama: penjelasan

Jatuh cinta Dalam kasus hasrat, misalnya, orang cenderung menjadi kurang rasional, karena korteks pre-frontal, wilayah otak yang bertanggung jawab atas penalaran, fungsinya terhambat selama fase ini.

Selain itu, kadar oksitosin, hormon cinta, dan dopamin, yang menyebabkan perasaan nyaman, meningkat. "Dalam hubungan cinta, semua perubahan kembali ke fungsi 'normal', kecuali oksitosin, yang tetap berada pada tingkat yang lebih tinggi, dan penurunan kortisol," ujar Aline Quintino, psikolog dan mahasiswa pascasarjana di bidang Ilmu Saraf dan Perilaku.

Lihat juga: Buah kaya protein untuk ditambahkan ke dalam menu Anda

Kebiasaan lain untuk meningkatkan kualitas tidur

Meskipun kita tahu bahwa tidur bersama dengan pasangan itu baik untuk Anda, namun kita tidak bisa bergantung pada orang lain untuk mendapatkan tidur yang nyenyak, bukan? Bagi Anda yang masih lajang, ada beberapa kebiasaan yang bisa Anda terapkan untuk meningkatkan kualitas tidur dan meningkatkan mood Anda keesokan harinya.

A kebersihan tidur Yang terpenting, para spesialis menganjurkan untuk membuat jadwal tidur dan bangun tidur. Dengan cara ini, Anda dapat menyinkronkan jam biologis Anda dan bangun dengan perasaan beristirahat.

Selain itu, menggunakan tempat tidur hanya untuk tidur adalah bagian penting dari hal ini, karena menggunakan ruang ini untuk makan, membaca atau menonton TV dapat menyebabkan insomnia ketika Anda benar-benar ingin tidur.

Investasikan juga kasur dan bantal berkualitas baik. Bagaimanapun juga, ini adalah tempat di mana Anda akan menghabiskan sebagian besar hidup Anda. Anda harus bangun segera setelah jam alarm berbunyi. Dengan demikian, Anda dapat bangun dengan lebih tenang dan sadar.

Olahraga, paparan sinar matahari di pagi hari, dan pengendalian penyakit sistemik merupakan hal yang mendasar. Di sisi lain, hindari makanan berat di malam hari, penyalahgunaan kafein di siang hari, konsumsi alkohol sebelum tidur, dan kontak dengan cahaya biru setelah gelap.

Baca juga: Hari Valentine: kiat-kiat untuk hubungan yang sehat

Lena Fisher

Lena Fisher adalah penggemar kesehatan, ahli gizi bersertifikat, dan penulis blog kesehatan dan kesejahteraan yang populer. Dengan pengalaman lebih dari satu dekade di bidang nutrisi dan pembinaan kesehatan, Lena telah mendedikasikan karirnya untuk membantu orang mencapai kesehatan optimal dan menjalani kehidupan terbaik mereka. Semangatnya untuk kesehatan telah membawanya untuk mengeksplorasi berbagai pendekatan untuk mencapai kesehatan secara keseluruhan, termasuk diet, olahraga, dan praktik mindfulness. Blog Lena adalah puncak dari penelitian, pengalaman, dan perjalanan pribadinya selama bertahun-tahun untuk menemukan keseimbangan dan kesejahteraan. Misinya adalah untuk menginspirasi dan memberdayakan orang lain untuk membuat perubahan positif dalam hidup mereka dan menerapkan gaya hidup sehat. Saat dia tidak menulis atau melatih klien, Anda dapat menemukan Lena berlatih yoga, mendaki jalan setapak, atau bereksperimen dengan resep baru yang sehat di dapur.