Konjak: Apa itu, manfaat dan cara memakannya

 Konjak: Apa itu, manfaat dan cara memakannya

Lena Fisher

O konjak Dikenal sebagai alat bantu penurunan berat badan, bahan makanan ini telah beredar di apotek-apotek dan supermarket, dengan versi produk yang meniru pasta dan jenis pasta lainnya, tetapi dengan nilai kalori yang rendah.

Lihat juga: Apa yang terjadi pada tubuh wanita setelah melahirkan dan perawatannya

Berasal dari Jepang dan juga ditemukan di Indonesia, konjak adalah tanaman yang menyerupai ubi jalar. Akarnya adalah bagian yang paling banyak digunakan. Di Brasil, konjak mendapat julukan "mie ajaib".

Sebelum menjadi populer di seluruh dunia, umbi ini telah digunakan selama lebih dari 2.000 tahun oleh orang Jepang untuk membuat teh pelangsing yang manjur.

Komponen utamanya adalah glukomonan: serat yang membantu mengurangi kadar kolesterol dan meningkatkan sensitivitas terhadap insulin, serta bebas dari gluten, natrium, dan segala jenis lemak.

Manfaat Konjak

Glukomonan yang ada dalam Konjak memiliki kemampuan untuk menyerap hingga 100 kali volumenya dalam air, membentuk massa seperti agar-agar yang memenuhi perut, meningkatkan rasa kenyang. Ini juga memperlancar fungsi usus dan mencegah sembelit. Dan tidak berhenti sampai di situ: sekitar 11 g Konjak hanya memiliki 1 kalori, sehingga nilai kalorinya sangat rendah.

Baca lebih lanjut: Makanan super: Apa itu dan bagaimana memasukkannya ke dalam menu

Bagaimana cara mengkonsumsi

Di Brasil, Konjak dapat ditemukan terutama dalam bentuk mie dan nasi. Para pemakan rendah karbohidrat dan vegan termasuk di antara mereka yang biasanya menambahkan akar ke dalam menu. Teksturnya sedikit berbeda, tetapi dapat menggantikan mie konvensional dengan sangat baik. Selain pilihan ini, konjak juga dapat ditemukan sebagai pengganti agar-agar.

Produk semacam itu umumnya ditemukan di toko-toko makanan alami serta di beberapa jaringan supermarket. Produk ini juga ditemukan dalam bentuk kapsul di apotek-apotek peracikan.

Perhatian saat mengonsumsi konjak

Oleh karena itu, disarankan agar bahan ini tidak menggantikan makanan yang bergizi dan sehat, seperti sayuran hijau (daun), sayuran, buah, dan sereal, tetapi harus dikombinasikan dengan makanan tersebut dalam resep, dan juga penting untuk berkonsultasi dengan ahli gizi sebelum menambahkannya ke dalam menu makanan.

Baca juga: Agar-agar: manfaat dan cara mengonsumsinya

Lihat juga: Mencerahkan ketiak dengan lemon dan soda kue: apakah tren TikTok aman?

Lena Fisher

Lena Fisher adalah penggemar kesehatan, ahli gizi bersertifikat, dan penulis blog kesehatan dan kesejahteraan yang populer. Dengan pengalaman lebih dari satu dekade di bidang nutrisi dan pembinaan kesehatan, Lena telah mendedikasikan karirnya untuk membantu orang mencapai kesehatan optimal dan menjalani kehidupan terbaik mereka. Semangatnya untuk kesehatan telah membawanya untuk mengeksplorasi berbagai pendekatan untuk mencapai kesehatan secara keseluruhan, termasuk diet, olahraga, dan praktik mindfulness. Blog Lena adalah puncak dari penelitian, pengalaman, dan perjalanan pribadinya selama bertahun-tahun untuk menemukan keseimbangan dan kesejahteraan. Misinya adalah untuk menginspirasi dan memberdayakan orang lain untuk membuat perubahan positif dalam hidup mereka dan menerapkan gaya hidup sehat. Saat dia tidak menulis atau melatih klien, Anda dapat menemukan Lena berlatih yoga, mendaki jalan setapak, atau bereksperimen dengan resep baru yang sehat di dapur.